Semua orang memiliki masalah dan pergumulan di dalam dunia ini, baik masalah keuangan, kesehatan, kebahagiaan, kepercayaan, keluarga, konflik, dll. Tak seorang pun bisa lolos dari masalah, selama ia masih hidup di dunia, sesuai dengan beban dan kesanggupan masing-masing. Walaupun demikian, terkadang ada seorang yang merasa bahwa masalahnya adalah masalah terbesar dan paling berat sedunia, dan bertanya-tanya kenapa masalah orang lain tidak seberat masalahnya.
Dalam pergumulan-pergumulan di dunia ini, Allah tidak menginginkan kita menjadi anak manja yang cengeng dan penakut. Dia mendidik kita menjadi kuat dan tangguh dalam kehidupan, sambil tetap bergantung terhadap kasih Allah. Tuhan tidak mendidik umat-Nya untuk melarikan diri dari masalah, tetapi berani menghadapi dan sanggup mengatasi masalah demi masalah.
Dalam iman, kita menyatakan ya dan amin, bahwa dalam masalah yang kita hadapi, pemeliharaan dan perlindungan Tuhan menjadi nyata kepada kita. Karenanya, kita belajar percaya, bahkan menjadi saksi pemeliharaan Tuhan di dalam dunia ini. Ketika kita sedang memiliki masalah, disitu Tuhan memakai kita menjadi saksi pemeliharaan Tuhan.
Minggu, 20 Mei 2012
Minggu, 29 April 2012
Menjadi Domba dari Gembala Yang Baik
Perihal siapakah Gembala Yang Baik itu sudah sering sekali dibahas dan dikhotbahkan. Istilah itu secara "eksklusif" dikenakan kepada Tuhan Yesus, dan dalam Perjanjian Lama dikaitkan dengan Tuhan Allah. Sebagai Gembala Yang Baik, Tuhan membawa domba-domba-Nya ke padang yang dipenuhi rerumputan hijau dan (aliran) air yang tenang. Kebutuhan makanan dan minuman domba-domba terpenuhi dengan berlimpah. Tuhan memberikan rasa aman yang besar, sehingga domba-domba dapat berbaring dengan nyaman dan tentram. Di jalan berbahaya Ia menuntun para domba, sehingga mereka dapat melewati dengan selamat. Dan, Tuhan Yesus sebagai Gembala Yang Baik, bahkan menyerahkan nyawa-Nya untuk menyelamatkan domba-domba-Nya. Perhatian, kasih, dan pengorbanan-Nya bagi para domba sangat besar. Tuhan menginginkan agar domba-domba-Nya memiliki kehidupan yang sejahtera dan membahagiakan.
Bagaimanakah para domba harus menunjukkan sikap dan perilaku pas, agar dapat menanggapi kasih dan perhatian Tuhan dengan benar? Pertama-tama, para domba seyogyanya dapat mengenal Tuhan dengan baik (Yohanes 10: 14). Tentu, seturut dengan makna kata yang digunakan disini, yang dimaksudkan dengan "mengenal" adalah memiliki hubungan yang akrab atau intim dengan Tuhan. Ini berlaku untuk pribadi maupun kawanan domba Tuhan. Kedua, sikap dan perilaku domba Tuhan yang benar adalah meneladani perhatian dan tindakan kasih-Nya demi para domba. Tuhan selalu menghendaki domba-domba-Nya hidup dalam kelimpahan (ay. 10). Untuk itu Tuhan juga bersedia mengorbankan diri dan menyerahkan nyawa-Nya. Bagaimana kita dapat meneladani-Nya? Kita dapat meneladani perhatian dan kasih Tuhan yang besar bagi domba-domba-Nya itu dengan bersedia saling merawat dan berbagi, baik dalam kelimpahan maupun kekurangan. Dengan saling merawat dan berbagi, domba-domba Tuhan akan memiliki hidup yang sejahtera dalam segala kelimpahan.
Bagaimanakah para domba harus menunjukkan sikap dan perilaku pas, agar dapat menanggapi kasih dan perhatian Tuhan dengan benar? Pertama-tama, para domba seyogyanya dapat mengenal Tuhan dengan baik (Yohanes 10: 14). Tentu, seturut dengan makna kata yang digunakan disini, yang dimaksudkan dengan "mengenal" adalah memiliki hubungan yang akrab atau intim dengan Tuhan. Ini berlaku untuk pribadi maupun kawanan domba Tuhan. Kedua, sikap dan perilaku domba Tuhan yang benar adalah meneladani perhatian dan tindakan kasih-Nya demi para domba. Tuhan selalu menghendaki domba-domba-Nya hidup dalam kelimpahan (ay. 10). Untuk itu Tuhan juga bersedia mengorbankan diri dan menyerahkan nyawa-Nya. Bagaimana kita dapat meneladani-Nya? Kita dapat meneladani perhatian dan kasih Tuhan yang besar bagi domba-domba-Nya itu dengan bersedia saling merawat dan berbagi, baik dalam kelimpahan maupun kekurangan. Dengan saling merawat dan berbagi, domba-domba Tuhan akan memiliki hidup yang sejahtera dalam segala kelimpahan.
Langganan:
Postingan (Atom)
